Penyakit
diare dapat menyerang siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa (termasuk aku). Diare
adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar
yang terus-menerus dan tinja atau feses memiliki kandungan air yang berlebihan.
Penyebab
Diare
Diare bukanlah penyakit yang datang dengan
sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum,
berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:
- Infeksi oleh bakteri, virus (sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus) atau parasit.
- Alergi terhadap makanan atau obat tertentu terutama antibiotik.
- Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
- Pemanis buatan.
- Pada bayi saat dikenalkam MPASI seringkali memiliki efek samping diare karena perut kaget dengan makanan dan minuman yang baru dikenal lambungnya.
Diare selain
disebabkan oleh beberapa infeksi virus dan juga akibat dari racun
bakteria, juga bisa disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan
tempat tinggal. Lingkungan yang kumuh dan kotor menjadi tempat berkembang
bakteri (E.coli), virus dan parasit (jamur, cacing, protozoa),
dan juga lalat yang turut berperan dalam membantu penyebaran kuman penyakit
diare.
Istilah
Diare dibagi menjadi berbagai macam bentuk diantaranya:
- Diare akut : kurang dari 2 minggu
- Diare Persisten : lebih dari 2 minggu
- Disentri : diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
- Kholera : diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Diare jarang
membahayakan, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan nyeri kejang pada
bagian perut. Meskipun tidak membutuhkan perawatan khusus, penyakit diare perlu
mendapatkan perhatian serius, karena dapat menyebabkan dehidrasi
(kekurangan cairan tubuh). Dehidrasi dapat ditengarai dengan gejala fisik
seperti bibir terasa kering, kulit menjadi keriput, mata dan ubun-ubun menjadi
cekung, serta menyebabkan syok. Untuk mencegah dehidrasi dengan meminum larutan
oralit. Karena itu, penderita diare harus banyak minum air dan diberi
obat anti diare.
Jika diare
tidak segera diobati akan menimbulkan kematian karena menurut data badan
Kesehatan Dunia (WHO—World Healt Organitation ) Penyakit mencret atau diare
adalah penyebab nomor satu kematian balita diseluruh dunia. Yang membunuh lebih
dari 1,5 juta orang pertahun .
Gejala Diare
Beberapa
gejala penyakit diare dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderita. Di
antara gejala tersebut adalah:
- Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan
- Tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari
- Pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi
- Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
- Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
- Badan lesu atau lemah
- Panas
- Tidak nafsu makan
- Darah dan lendir dalam kotoran
Salah satu
gejala lainnya dari penyakit diare adalah gastroenteritis.
Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh
infeksi atau keracunan makanan.
Beberapa
cara penggulangan diare antara lain :
- Meminum oralit atau dapat membuatnya sendiri dengan melarutkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula dalam 1 liter air matang.
- Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan berakibat fatal
- Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
- Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit
Adapun diare
yang disertai dengan keluarnya darah bersama tinja, dimungkinkan karena ada
peradangan atau infeksi di sekitar usus (Ulceratif Colitis). Jika
terbukti mengidap Ulceratif colitis, penderita harus menjalani diet ringan dan
mendapat obat anti peradangan. Apabila keadaan penderita belum membaik
dalam waktu 48 jam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk
mendapatkan penanganan yang lebih intensif.
Pencegahan Diare
Karena
tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak
langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan
dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam
gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan
mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada
diare.

Trimakasi infonya sangat membatu :)
BalasHapusbagus bos postingmu
BalasHapusgood
BalasHapusWah mbak dea , Info tersebut sangat membantu saya dalam mengatasi masalah yang sering terjadi pada saya , dikarenakan suka jajanan makanan yang terbilang sangat pedas , terima kasih, atas infonya, semangat, :*.
BalasHapusmbak dea makasih ya ,:-)
BalasHapusMakasih buat Infonya. :-)
BalasHapus