Rabu, 31 Desember 2014

Bunga Cantik yang Kaya Manfaat


Lili (Lilium formosanum Wall.) merupakan tumbuhan yang berasal dari daerah Tiongkok atau Jepang, menyukai tumbuh di daerah pegunungan, kerapkali ditanam sebagai tanaman hias atau sebagai tanaman potong untuk dijual bunganya. Habitus herba dengan batang yang boleh dikatakan tidak bercabang, mempunyai umbi lapis, tinggi 0,5-1,3 m. Daun tersebar, terkumpul rapat, berbentuk lanset, duduk, dengan pangkal menyempit dan ujung runcing. Bunga berbentuk corong, umumnya berwarna putih  cerah. Buah kotak memanjang. Biji pipih.


Familia : Liliaceae.

Nama Daerah
Bunga  lili.

Nama Asing
Pai hek (T), kerkhoflelie, kerklelie (B).

Sifat Kimiawi dan Efek Farmakologis
Dingin, manis, agak pahit. Berkhasiat sebagai obat batuk (antitussif), penenang (sedatif).

Kandungan Kimia
Pati, colchicine, protein, lemak.

Bagian yang Dipakai
Umbi lapis (pahap).

Kegunaan
  • Demam.
  • Kepala pusing.
  • Lemah syaraf (neurasthenia), susah tidur (insomnia).
  • Amandel (tonsilitis).
  • Batuk (tussis), suara serak.
  • Batuk rejan (pertussis).
  • Sesak napas.
  • Radang saluran napas (bronkhitis).
  • Radang paru-paru (pneumonia).
  • TBC (tuberkulosa).
  • Sakit dada, sakit lambung.
  • Diare, disentri.
  • Sakit perut setelah melahirkan.
  • Mengatasi gangguan psikis dan fisik pada masa menopause.
  • Jerawat.
  • Bengkak, bisul (furunculus).
  • Herpes zooster.
Dosis Pemakain
  1. Pemakaian luar : umbi bunga lili dihaluskan, lalu ditempelkan pada tempat yang sakit.
  2. Pemakaian dalam (minum) : 10-60 gram umbi bunga lili, direbus lalu airnya diminum.
Pemakaian Luar
  1. Herpes zooster : umbi bunga lili kering/pahap digiling, tambahkan lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya dan norit masing-masing secukupnya, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  2. Luka luar : umbi bunga lili kering/pahap digiling, lalu ditaburkan pada luka.
  3. Jerawat : umbi bunga lili kering secukupnya digiling hingga halus, tambahkan bedak beras dingin dan air secukupnya, kemudian digunakan sebagai masker, diamkan selama 30 menit hingga kering lalu dibilas dengan air hangat sampai bersih. Lakukan secara teratur.
  4. Bengkak, bisul :
  • umbi bunga lili, daun seledri segar (Apium graveolens Linn.), daun sendok segar (Plantago major L.), dan gula pasir masing-masing secukupnya, ditumbuk sampai halus lalu ditempelkan pada bisul, lakukan secara teratur.
  • Umbi bunga lili dan garam secukupnya ditumbuk halus, lalu ditempelkan pada bisul.
 Pemakaian Dalam
  1. Lemah syaraf, susah tidur (insomnia) : 30 gram umbi bunga lili/pahap, 10 butir angco dan 15 butir biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum sedangkan angco dan biji teratai dapat dimakan.
  2. Kepala pusing, badan terasa lemah (neurasthenia) : 30 gram umbi bunga lili/pahap, 15 buah lengkeng (Euphoria longana Lamk.), dan 15 butir angco, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum. Buah lengkeng dan angco dapat dimakan.
  3. Mencegah dan mengatasi gangguan amandel (tonsilitis) : 15 gram umbi bunga lili kering/pahap, 2 buah pisang (Musa paradisiaca Linn.) yang telah dikupas kulitnya dan gula batu secukupnya, direbus dengan air secukupnya kemudian airnya diminum dan bahan-bahan lainnya dimakan.
  4. Suara serak : 30-60 gram bunga lili direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  5. Batuk (tussis) : cara ke 1 adalah 10 gram umbi bunga lili kering/pahap, 10 gram kulit jeruk mandarin kering (Citrus nobilis Lour.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa  200 cc, tambahkan 5 gram bubuk umbi anggrek tanah, diaduk lalu diminum selagi hangat. cara ke 2 adalah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 10 gram lempuyang (Zingiber aromaticum Vahl.), 30 gram kencur (Kaempferia galanga L.), 20 gram jahe (Zingiber officinale Rosc.) dan 5 butir kapulaga kencur (Amomum cardamomum Willd.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian airnya diminum hangat-hangat. Lakukan secara teratur 2 kali sehari, setiap pagi dan sore hari.
  6. Batuk karena influenza : 10 gram pahap/umbi bunga lili, 5 gram daun menthol kering (Mentha arvensis L.) dan 7 lembar daun sirih (Piper betle L.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  7. Batuk rejan (pertussis) : 15 gram umbi bunga lili/pahap dan gula merah secukupnya direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  8. Radang saluran nafas (Bronkhitis) : 15 gram umbi bunga lili/pahap, 30 gram daun kentut (Paederia scandens [Lour] Merr.), 15 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis lour.), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat; dan cara ke 2 adalah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 5 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis Lour.), dan 15 gram daun cempaka putih (Michelia alba DC.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, kemudian  airnya diminum selagi hangat.
  9. Bronkhitis yang disertai pendarahan : 30 gram pahap/umbi bunga lili dan 60 gram akar rimpang teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, kemudian  airnya diminum selagi hangat. dan cara ke 2 adalah 30 gram pahap kering, 10 gram umbi anggrek tanah/pai cik dan10 gram kulit jeruk mandarin/keprok kering (Citrus nobilis lour.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum selagi hangat.
  10. Radang paru-paru (pneumonia) : cara ke 1 adalah 30 gram umbi bunga lili/pahap, 30 gram sambiloto segar (Andographis paniculata Nees.) dan 30 gram daun lidah buaya (Aloe vera L.) yang telah dikupas kulitnya, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 air cc, disaring lalu airnya diminum. cara ke 2 adalah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 40 gram ceplukan (Physalis peruviana L.), 25 gram jamur putih kering  (Tremella fuciformis Berk.) dan gula batu secukupnya, direbus dengan 1 liter  air hingga tersisa 600  cc, disaring lalu airnya diminum untuk 3 kali sehari, setiap kali 200 cc; cara ke 3 adalah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 75 gram jali (Coix lacryma-jobi L.) yang direndam dulu hingga lembut, 25 gram jamur putih kering  (Tremella fuciformis Berk.) yang direndam dulu dan 10 gram kulit jeruk mandarin (Citrus nobilis Lour.) direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum serta jalinya dapat dimakan. dan cara ke 4 adalah 10 gram umbi bunga lili/pahap, 25 gram jamur putih kering  (Tremella fuciformis Berk.) yang direndam dulu hingga lembut, 1 buah pir, 1-3 buah kiam boi/sun boi dan jeruk kiatna secukupnya, direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  11. TBC (tuberkulosa) : cara ke 1 adalah 60 gram umbi bunga lili/pahap direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu airnya diminum. cara ke 2 adalah 60 gram umbi bunga lili/pahap direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, lalu airnya dipakai untuk menyeduh 9 gram bubuk umbi bunga anggrek tanah/pai cik, diaduk kemudian diminum selagi hangat. cara ke 3 adalah 10 gram umbi bunga lili kering/pahap, 10 gram daun sirih (Piper betle L.), 4 butir angco (Frunctus jojobae) dan 60 gram kaktus gepeng (Opuntia dilenii Ker-gawl.) yang telah dikupas kulitnya, 25 gram jamur putih  kering  (Tremella fuciformis Berk.) direbus dengan air secukupnya, disaring, kemudian airnya diminum selagi hangat, sedangkan jamur dan angco dapat dimakan.
  12. Sesak nafas (asma) : 30 gram umbi bunga lili/pahap, 15 gram umbi  anggrek tanah/pai cik dan 15 gram kie cie direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring airnya lalu diminum dan kie cienya dapat dimakan.
  13. Sakit dada : 15-30 gram unbi bunga lili/pahap dan 20 gram lokio (Allium macrostemon), direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  14. Sakit lambung : 60 gram umbi bunga lili/pahap dan 20 gram temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.), direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring lalu airnya diminum.
  15. Mencegah dan mengatasi gangguan step pada anak-anak : 3-9 kuntum bunga lili dicuci dan direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  16. Diare kronis : 60 gram pahap/umbi bunga lili dan 15 gram kulit delima kering (Punica granatum L.) direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum.
  17. Diare, disentri : umbi bunga lili/pahap dan patikan kebo (Euphorbia hirta L.) masing-masing secukupnya dicuci dan direbus dengan air secukupnya lalu airnya diminum.
  18. Mengatasi sakit perut setelah melahirkan : 50 gram umbi bunga lili/pahap dan 20 gram temu hitam (Curcuma aeruginosa Roxb.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring lalu airnya diminum.
  19. Mengatasi gangguan psikis, sulit tidur, dan depresi pada saat menopause : 30 gram umbi bunga lili/pahap direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, setelah itu masukkan 1 butir telur ayam, aduk sampai rata, lalu diminum. Lakukan satu kali sehari secara teratur.
  20. Mengatasi gangguan fisikis dan psikis pada menopause : 10 gram umbi bunga lili/pahap, 10 gram biji teratai (Nelumbium nelumbo Druce.), dan 15 gram kulit labu bligo kering (Benincasa hispiga Cogn.), direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 250 cc, disaring lalu airnya diminum, sedangkan pahap dan biji teratai dapat dimakan.
  21. Seprutan, jerawat : 50 gram umbi bunga lili/pahap dan 75 gram jali (direndam dahulu sehingga lembut), direbus dengan air secukupnya selama satu jam, tambahkan madu secukupnya lalu diminum, jalinya dapat dimakan.
Catatan
  1. Umbi bunga lili kering (pahap) dan umbi anggrek tanah (pai cik) dapat dibeli di toko obat Tionghoa, angco, kie cie, dan biji teratai dapat dibeli di supermarket.
  2. Setiap pengobatan dilakukan secara teratur. Untuk penyakit yang berat tetap konsultasikan ke dokter.

Selasa, 30 Desember 2014

Menteri Wanita Nyentrik dengan Berbagai Prestasi

Hallo kali ini aku kembali, tapi kita keluar dari topik biologi ya. Kali ini aku akan bercerita tentang salah satu menteri dari kabinet kerja Pak Jokowi dan Pak JK, yaitu Ibu Susi Pudjiastuti, yuk lihat ulasan lengkap tentang beliau :), check this out.

Siapa sangka seorang perempuan yang hanya punya ijazah SMP mampu menjadi seorang menteri dalam kabinet kerja Jokowi-JK. Hal itu dialami oleh wanita hebat dan perkasa sekelas ibu Susi yang diangkat mengisi salah satu pos kementerian dalam pemerintahan baru periode 2014-2019.

Mungkin banyak di antara teman-teman yang penasaran dengan sosok beliau. Banyak yang berkomentar miring di media sosial tentang ibu Susi, namun mereka tak mengenal bagaimana beliau di masa lalu yang gigih berjuang sampai mencapai titik sukses seperti sekarang. Beliau adalah pemilik perusahaan eksportir bidang perikanan dan pengusaha maskapai penerbangan yang hebat dan patut dijadikan panutan oleh pengusaha muda yang ingin memulai bisnis dari nol.

Kalau mau jujur, sangat jarang wanita Indonesia sekaliber beliau. Jadi mungkin tak salah bagi Pak Jokowi memilih ibu Susi Pudjiastuti menjadi seorang menteri Kelautan dan perikanan karena hal itu sudah menjadi bidang keahliannya. Tujuannya jelas, menggali potensi besar di sektor kemaritiman dalam hal ini laut dan isinya. Coba kenali sedikit biografi singkat Susi Pudjiastuti agar anda tidak salah kaprah dengan perbincangan di luar sana.

profil biografi susi pudjiastuti 

Ada momen kamera menangkap foto beliau sedang merokok, itu mungkin adalah kebiasaan buruk yang tak boleh dicontoh. Tapi apapun itu kita wajib mengapresiasi prestasi beliau, tak banyak orang yang sukses dari nol hingga memiliki bisnis besar di bidang perikanan dan penerbangan. Kalaupun banyak yang sukses itu kebanyakan diawali dari modal besar atau keturunan dari orang tua. Orang ini berbeda, dia punya prinsip hidup yang dipegang teguh,

Silahkan anda simak dulu profil lengkap Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Kabinet Jokowi-JK periode 2014-2019 :

Nama lengkap : Susi Pudjiastuti
Tanggal lahir : 15 Januari 1965
Umur : 49 tahun
Asal : Pangandaran
Pendidikan terakhir : Tidak tamat SMA
Jabatan sebelum jadi menteri : Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti yang bergerak di bidang perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan operator penerbangan Susi Air.

Biografi Masa kecil Susi Pudjiastuti
Orang tua Ibu Susi berasal dari Jawa Tengah, namun sudah menetap di Pangandaran. Ketika selesai menyelesaikan bangku SMP, beliau meneruskan pendidian ke SMAN Yogyakarta, namun ketika kelas 2 beliau memutuskan untuk berhenti.

Selepas keluar dari sekolah, beliau mencoba berbisnis dengan menjual perhiasan hanya bermodalkan Rp 750.000,-. Tahun 1983, beliau mencoba mengembangkan usahanya dengan beralih menjadi pengepul ikan di Pangandaran. Karena bisnisnya yang meningkat, pada tahun 1996beliau lalu mendirikan perusahaan yang bernama PT ASI Pudjiastuti Marine Product yang merupakan pabrik pengolahan hasil laut termasuk lobster. Beliau berhasil mengekspor produknya sampai ke Asia dan Amerika.

Karena permintaan ari konsumen untuk mendapatkan hasil laut yang segar, maka ibu Susi memutuskan membeli pesawat Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar dengan menggunakan pinjaman dari bank. Pesawat itu beliau gunakan untuk mengumpulkan hasil laut ari berbagai wilayah Indonesia dan mengantarkannya ke Jakarta dan Jepang. Pada tahun 2004 saat terjadi tsunami di Aceh, pesawat tersebut berhasi mencapai lokasi sebagai pesawat pertama untuk mengirimkan bantuan. Karena hal tersebut, banyak permintaan penggunaan peswat untukmisi kemanusiaan, sehingga ibu Susi memutuskan untuk menambah armada pesawatnya. Saat ini maskapai Susi Air sudah mempunyai 50 unit pesawat terbang.

Kalau anda sudah mengenal sedikit prestasi ibu Susi Pudjiastuti maka pemikiran anda pasti akan berpihak pada beliau. Kita tidak boleh menghakimi seseorang hany akarena titik noda kecil yang dianggap kebanyakan orang salah namun kebanyakan orang pun melakukan hal sama seperti kebiasaan merokok tadi. Prestasi beliau bekerja keras dari usia remaja dengan modal usaha sendiri tentu sebuah prestasi yang luar biasa.

Beliau punya perusahaan penerbangan dengan armada 50 pesawat yang melayani rute sulit di kawasan timur Indonesia, Sumatera dan Kalimantan yang sangajat jarang dilirik oleh perusahaan lain walauu itu adalah sebuah BUMN yang notabene milik negara. Beliau bekerja bukan semata untuk dirinya tapi untuk negara, mungkin inilah yang membuat Bapak Presiden menunjuknya jadi menteri.

Semestinya kita sebagai masyarakat tak perlu mempersoalkan hal-hal kecil yang tak berdampak langsung kepada stabilitas negara. Justru para koruptor yang masih senyam-senyum di hadapan kamera wartwan yang harus kita waspadai karena mereka adalah perusak negara. Itulah sedikit profil menteri Kelautan dan Perikanan kabinet Jokowi-JK


Sumber:
Kabargue.com
http://beritaresmi.com/profil-biografi-dan-biodata-susi-pudjiastuti.html

 

Penyakit Diare dan Cara Penyembuhannya



 Penyakit diare dapat menyerang siapa saja, baik itu anak-anak maupun orang dewasa (termasuk aku). Diare adalah sebuah penyakit di mana penderita mengalami rangsangan buang air besar yang terus-menerus dan tinja atau feses memiliki kandungan air yang berlebihan.
 
Penyebab Diare

Diare bukanlah penyakit yang datang dengan sendirinya. Biasanya ada yang menjadi pemicu terjadinya diare. Secara umum, berikut ini beberapa penyebab diare, yaitu:
  1. Infeksi oleh bakteri, virus (sebagian besar diare pada bayi dan anak disebabkan oleh infeksi rotavirus) atau parasit.
  2. Alergi terhadap makanan atau obat tertentu terutama antibiotik.
  3. Infeksi oleh bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain seperti: Campak, Infeksi telinga, Infeksi tenggorokan, Malaria, dll.
  4. Pemanis buatan.
  5. Pada bayi saat dikenalkam MPASI seringkali memiliki efek samping diare karena perut kaget dengan makanan dan minuman yang baru dikenal lambungnya.
Diare selain disebabkan oleh beberapa infeksi virus dan juga akibat dari racun bakteria, juga bisa disebabkan oleh faktor kebersihan lingkungan tempat tinggal. Lingkungan yang kumuh dan kotor menjadi tempat berkembang bakteri (E.coli), virus dan parasit (jamur, cacing, protozoa), dan juga lalat yang turut berperan dalam membantu penyebaran kuman penyakit diare.
Istilah Diare dibagi menjadi berbagai macam bentuk diantaranya:
  1. Diare akut : kurang dari 2 minggu
  2. Diare Persisten : lebih dari 2 minggu
  3. Disentri : diare disertai darah dengan ataupun tanpa lender
  4. Kholera : diare dimana tinjanya terdapat bakteri Cholera
Diare jarang membahayakan, namun dapat menimbulkan ketidaknyamanan dan nyeri kejang pada bagian perut. Meskipun tidak membutuhkan perawatan khusus, penyakit diare perlu mendapatkan perhatian serius, karena dapat menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh). Dehidrasi dapat ditengarai dengan gejala fisik seperti bibir terasa kering, kulit menjadi keriput, mata dan ubun-ubun menjadi cekung, serta menyebabkan syok. Untuk mencegah dehidrasi dengan meminum larutan oralit. Karena itu, penderita diare harus banyak minum air dan diberi obat anti diare.
Jika diare tidak segera diobati akan menimbulkan kematian karena  menurut data badan Kesehatan Dunia (WHO—World Healt Organitation ) Penyakit mencret atau diare adalah penyebab nomor satu kematian balita diseluruh dunia. Yang membunuh lebih dari 1,5 juta orang pertahun .

Gejala Diare
Beberapa gejala penyakit diare dapat langsung dikenali atau dirasakan oleh penderita. Di antara gejala tersebut adalah:
  • Buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas yang berkepanjangan
  • Tinja yang encer dengan frekuensi 4 x atau lebih dalam sehari
  • Pegal pada punggung, dan perut sering berbunyi
  • Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan tubuh)
  • Diare yang disebabkan oleh virus dapat menimbulkan mual dan muntah-muntah
  • Badan lesu atau lemah
  • Panas
  • Tidak nafsu makan
  • Darah dan lendir dalam kotoran
Salah satu gejala lainnya dari penyakit diare adalah gastroenteritis. Gastroenteritis adalah peradangan pada saluran pencernaan yang diakibatkan oleh infeksi atau keracunan makanan.
Beberapa cara penggulangan diare antara lain :
  1. Meminum oralit atau dapat membuatnya sendiri dengan melarutkan 1 sendok teh garam dan 8 sendok teh gula dalam 1 liter air matang.
  2. Jaga hidrasi dengan elektrolit yang seimbang. Ini merupakan cara paling sesuai di kebanyakan kasus diare, bahkan disentri. Mengkonsumsi sejumlah besar air yang tidak diseimbangi dengan elektrolit yang dapat dimakan dapat mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya dan berakibat fatal
  3. Mencoba makan lebih sering tapi dengan porsi yang lebih sedikit, frekuensi teratur, dan jangan makan atau minum terlalu cepat.
  4. Menjaga kebersihan dan isolasi: Kebersihan tubuh merupakan faktor utama dalam membatasi penyebaran penyakit
Adapun diare yang disertai dengan keluarnya darah bersama tinja, dimungkinkan karena ada peradangan atau infeksi di sekitar usus (Ulceratif Colitis). Jika terbukti mengidap Ulceratif colitis, penderita harus menjalani diet ringan dan mendapat obat anti peradangan. Apabila keadaan penderita belum membaik dalam waktu 48 jam, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif.



Pencegahan Diare

Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang signifikan pada diare.